Minggu, 08 Desember 2019

PT HKTI Gresik Akan Bekerjasama dengan Aplikasi Online Untuk Membantu Memasarkan Hasil Pertanian Petani di Wilayah Gresik


Tidak butuh waktu lama bagi DPK Perempuan Tani HKTI Gresik untuk segera bekerja turun ke masyarakat membantu memasarkan hasil pertanian petani di Kabupaten Gresik, satu hari setelah dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Perempuan Tani HKTI Gresik dr. Nila Hapsari Gresik langsung mengembangkan sayapnya. Dia langsung menghubungi owner salah satu aplikasi online yang bergerak di bidang pertanian, aplikasi tersebut meliputi informasi untuk mendapatkan bibit unggul pertanian, konsultasi apabila terjadi serangan hama dan juga pemasaran hasil pertanian para petani. Sebenarnya aplikasi ini ada sudah cukup lumayan lama, tapi masyarakat masih banyak yang belum mengetahuinya. Karena itu kami ingin mencoba untuk bekerjasama dengan aplikasi tersebut dalam rangka untuk peningkatan kualitas pertanian petani Gresik dan pemasaran hasil pertanian, ungkapnya.

Selain komunikasi dengan aplikasi online pertanian, dr. Nila juga sudah menjalin komunikasi dengan komunitas bakti sosial untuk bekerjasama dalam pelaksanaan baksos kesehatan dan penghijauan. Di Gresik ini ada komunitas yang hobby nya memang kegiatan sosial, seperti baksos kesehatan. Nah PT HKTI Gresik akan bekerjasama dengan komunitas tersebut untuk bersama sama melaksanakan baksos kesehatan dan penghijauan, rencananya dalam minggu kedua bulan Desember 2019 komunitas baksos bekerjasama dengan PT HKTI Gresik akan melaksanakan bakti sosial kesehatan, penyuluhan kesehatan terkait stunting dan peningkatan gizi masyarakat, serta baksos penghijauan dengan pembagian bibit tanaman. Rencananya baksos bulan Desember 2019 ini akan diselenggarakan di Desa Betoyo Kec. Manyar, ucap dr. Nila Hapsari Singgih
Saat disinggung ketertarikannya dalam dunia pertanian, dr. Nila menjawab dengan senyuman dan berkata, "sebenarnya saya dan suami saya dibesarkan dari keluarga petani, mbah saya seorang lurah dan juga petani di Jombang. Sementara mbah nya suami saya juga pengusaha selep padi di Magetan, dan yang menjadi penerus mbah - mbah kita hanya om saya yang di Jombang dan om suami saya yang di Magetan. Jadi dunia pertanian tidak asing bagi saya, karena memang dari kecil kami berdua sangat akrab dengan petani".

Saat ini kita sangat butuh petani - petani muda, kalau tidak ada petani dari mana kita akan bisa makan beras, sayuran dan buah - buah an? Masak kita harus import? Sangat lucu negara dengan tanah yang subur pertaniannya harus mendatangkan dari luar negeri, karena itu salah satu tugas Perempuan Tani HKTI Gresik menggairahkan kembali dunia pertanian khususnya untuk kaum perempuan, supaya perempuan - perempuan Gresik ini bisa mandiri dan membantu ekonomi keluarga, terangnya.

0 comments:

Posting Komentar