Sabtu, 21 Desember 2019

Penguatan Lembaga dan SDM Menjadi Prioritas Utama Perempuan Tani HKTI Gresik


Berlangsung di Caffe And Resto Evolutea GKB Gresik, rapat dewan pimpinan perempuan tani HKTI Gresik berlangsung guyub dan penuh keakraban tanpa mengurangi maksud dan tujuan dari acara tersebut. Ketua perempuan tani HKTI Gresik periode 2019 - 2024 dr. Nila Hapsari Singgih memaparkan secara gamblang rencana kerja untuk 1 tahun ke depan ( tahun 2020 ), ada beberapa point yang ditekankan oleh istri dari dokter ahli narkotika ini, yaitu :
1. Penguatan lembaga perempuan tani HKTI Gresik, dengan cara memperluas jaringan kerjasama baik dengan instansi pemerintah, swasta, yayasan, media, maupun lembaga kemasyarakatan yang lainnya
2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama anggota DPK Perempuan Tani HKTI Gresik. Dalam triwulan pertama DPK PT HKTI Gresik InsyaAllah akan melakukan pelatihan tekhnopreneur hydproponic dan budidaya ikan gabus, dimana selesai dari pelatihan anggota DPK PT HKTI Gresik bisa menerapkan ilmunya dan produknya bisa kita pasarkan ke masyarakat luas, ujar dr. Nila
3. Menciptakan pasar baru untuk market pertanian yang dihasilkan oleh para anggota DPK PT HKTI Gresik maupun anggota binaan dari DPK PT HKTI Gresik, hal itu sangat bisa kita kerjakan. Karena kita sudah memiliki master plant untuk pembuatan website maupun aplikasi yang bisa menjual produk produk pertanian hasil dari DPK PT HKTI Gresik
4. Secara kontinue dan konsisten menjalankan sociopreneur, hal ini sudah menjadi kewajiban kita melaksanakan sociopreneur, minimal 1 bulan sekali kita menjalankan program sambang desa, yang mana isi dari kegiatan lambang desa ini adalah : penyuluhan dan pelatihan pertanian, penyuluhan kesehatan dan bahaya penyalahgunaan narkoba, pengobatan gratis, pijat alternatif gratis, pemberian bibit gratis dan InsyaAllah juga beras murah.


Kita berusaha maksimal dan terus berikhtiar untuk tetap konsisten bergerak dibidang perempuan, pertanian dan kemajuan ekonomi. Dalam 1 tahun ini yaitu tahun 2020 kita ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa perempuan tani HKTI Gresik bisa memberikan peningkatan penghasilan kepada ibu ibu rumah tangga di rumah melalui program tekhnopreneur dan sociopreneur dibidang pertanian yang kami gagas. Sehingga kehadiran perempuan tani HKTI Gresik ini mendapat respon yang sangat luar biasa dari Perempuan perempuan di kota Wali, kehadiran kami bisa memberikan manfaat yang luas bagi kesejahteraan masyarakat Gresik. Dengan tekhnopreneur pertanian ini, ibu ibu rumah tangga sambil meramut anak anaknya dan menjadi istri di rumah juga bisa mendapatkan uang tambahan, karena itu tekhnopreneur dan digital marketing yang telah kita konsep harus sejalan bersama dan harus segera terealisasikan.


Kita tahu sedikitnya dalam sebulan ini minimal kebutuhan pokok hidup rumah tangga di kisaran biaya Rp 4,5 juta - Rp 5 juta, itu belum termasuk biaya kredit KPR / kost / kontrak rumah / kredit sepeda motor. Dan masih banyak sekali rumah tangga rumah tangga yang penghasilan suami dan istri kurang dari kebutuhan pokok rumah tangga setiap bulannya. Untuk membangun SDM yang kuat kita harus membangun pondasi rumah tangga yang kuat dan kokoh, dan 5 unsur utama yang harus dikuatkan dalam pondasi rumah tangga, yaitu :
1. Agama
2. Pendidikan
3. Ekonomi
4. Sosial
5. Budaya
Dan kita perempuan tani HKTI Gresik ingin menjadi bagian dari usaha mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang handal dan mampu bersaing dalam dunia global ini, sambung dokter ahli ASI ini.

0 comments:

Posting Komentar