Senin, 09 Desember 2019

Mengenal Lebih Dalam Technopreneur dan Sociopreneur Yang Di Gagas Oleh PT HKTI Gresik


Dalam sambutan perdana saat usai dilantik menjadi Ketua Perempuan Tani HKTI Gresik ( PT HKTI Gresik ) dr. Nila Hapsari Singgih mengatakan, bahwa fokus PT HKTI Gresik adalah Technopreneur dan Sociopreneur di bidang pertanian. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan tekchnopreneur dan sociopreneur yang dimaksud?

Technopreneur tidak lain adalah usaha yang memanfaatkan technologi yang sedang berkembang saat ini, di era tekhnologi informasi yang sangat pesat menuntut para pelaku usaha termasuk pelaku usaha dibidang pertanian untuk mengupgrade usahanya untuk bisa bersaing secara ketat dengan pelaku usaha lainnya. Indonesia membutuhkan banyak technopreneur untuk bisa menjadi negara maju. Di era globalisasi ini kita harus berubah dari pola resource based ke pola knowledge based, resources based ini polanya mengandalkan sumber daya alam untuk menghasilkan nilai tambah yang kecil, sementara kita tau sumber daya alam ini semakin hari semakin habis terkuras, karena itu pola kita harus dirubah menuju pola knowledge based economy, yaitu pola usaha untuk menciptakan atau merintis usaha baru yang menekankan pada suatu inovasi, salah satunya adalah technopreneur, papar dr. Nila Hapasari Singgih. Seorang technopreneur memiliki karakter produktif bukan konsumtif, seorang technopreneur cenderung ke arah job creator dari pada sekedar job sector. Rata - rata negara maju memiliki minimal 2% entrepreneur, tetapi data statistik di negara kita Indonesia hanya memiliki 0,18% entrepreneur saja atau hanya sekitar 400.000 orang saja, lanjut dr. Nila

Sementara sociopreneur yang dimaksud oleh dr. Nila yaitu, sebuah usaha yang modal dasarnya adalah nilai - nilai sosial yang melekat dalam kehidupan sehari hari, dimana sociopreneur ini keuntungannya untuk kesejahteraan masyarakat bersama, sociopreneur ini biasanya tumbuh dari sebuah komunitas, dimana tujuan utamanya untuk membantu antar anggota komunitas sekaligus memberikan edukasi, bimbingan, pendampingan dan membantu memasarkan hasil - hasil produk pertanian, tutup dr. Nila Hapsari Singgih

0 comments:

Posting Komentar