This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

Jumat, 27 Desember 2019

Ketua Perempuan Tani HKTI Gresik Siap Bersinergi Dengan Program Pemerintah Mandatori B30


Indonesia menjadi negara pertama yang melaunching program mandatori B30, program ini telah di launching oleh Presiden Joko Widodo pada hari Senin 23 Desember 2019. Mandatori B30 merupakan bahan bakar campuran 30% biodesel dan 70% BBM jenis solar, dengan hadirnya bahan bakar nabati ( BBN ) biodesel sebagai campuran BBM jelas ini merupakan terobosan baru, kita tidak mungkin selamanya akan bergantung kepada fosil untuk bahan bakar minyak. Memang saat ini yang paling terkenal untuk jalan bakar nabati adalah sawit. Tapi saya yakin, tidak menutup kemungkinan akan ditemukan bahan bakar nabati dari tumbuhan - tumbuhan lainnya, beberapa referensi sudah saya baca, salah satu tumbuhan yang berpotensi untuk bahan baku biodesel antara lain tanaman jarak, jarak pagar, kemiri sunan, kemiri cina, nyamplung, dan lain - lain. Bahkan beberapa tahun yang lalu saya sempat mendengar hasil olahan dari pabrik gula di daerah Mojokerto juga sudah bisa menghasilkan energi biodesel, ungkap istri dokter Singgih ini.

Karena itu dari awal saya sampaikan, bahwa komitmen perempuan tani HKTI Gresik ini tidak lain adalah tekhnopreneur dan sociopreneur. Kita untuk bisa menjadi negara yang hebat, harus mendukung terhadap perkembangan tekhnologi dan harus bekerja secara bersama dan bergotong royong. Termasuk didalamnya adalah pengembangan energi baru terbarukan ( EBT ), kalau ini bisa kita jalankan secara step by step InsyaAllah saya yakin bukan hanya B20 dan B30 saja yang sudah kita kerjakan, tapi bisa juga B40 dan bahkan B50. Dan ini sangat luar biasa, artinya negara kita sudah bisa mengurangi import BBM dan BBM kita tidak lagi tergantung kepada fosil, oleh sebab itu saya berharap tekhnologi pertanian dan pengembangan energi baru terbarukan bisa berjalan bersama dan seirama, sehingga bisa memperoleh hasil yang sangat memuaskan untuk masyarakat luas, sambung dr. Nila Hapsari Singgih.

Senin, 23 Desember 2019

Lia Istifhama Siap Melangkah Maju Pilwalkot Surabaya 2020


Hotel Quds Royal Ballroom Lt.5 Surabaya menjadi saksi bisu keseriusan Lia Istifhama, S.Sos, S.Hi, M.Hi maju dalam Pilwalkot Surabaya 2020. Sedikitnya 38 komunitas yang tersebar di seluruh Kota Surabaya telah mendeklarasikan dukungan terhadap Ning Lia, putri tokoh NU K.H.Masykur Hasyim semakin optimis rekomendasi parpol yang dilamar dalam Pilkada 2020 akan jatuh ke tangannya. Setiap hari sedikitnya 6 - 7 titik Ning Lia menyapa masyarakat Kota Surabaya, respon masyarakat Kota Surabaya sangat luar biasa dan hampir tidak ada yang tidak mendukung semuanya mendukung dan memberikan restu kepada Ning Lia untuk maju menjadi Walikota maupun Wakil Walikota Surabaya, ujar Adi salah satu pendukung setia Ning Lia.

38 komunitas yang telah memberikan dukungan kepada Ning Lia bukanlah komunitas bayangan, melainkan komunitas yang telah memiliki akar kepengurusan sampai ke tingkat Kelurahan. Rosyidi salah satu pengamat politik menyampaikan, bahwa Ning Lia merupakan calon yang sangat diperhitungkan dalam Pilwakot Surabaya 2020. Hanya butuh waktu 6 bulan sejak bulan Juni nama Ning Lia berseleweran di medsos dan sekarang angka elektabilitasnya sudah hampir sama dengan calon - calon yang lainnya. Melaju kencangnya elektabilitas Ning Lia ini disebabkan karena seringnya Ning Lia turun ke masyarakat langsung dan menawarkan rencana program bawa tirtanya, memang kalau saya lihat konsep Ning Lia sudah sangat matang dalam menghadapi Pilwalkot Surabaya 2020, karena sudah dari jauh - jauh hari Ning Lia sudah melaunching Bawa Tirta sebagai konsep program yang ditawarkan kepada masyarakat, ujar pria asli Pasuruan.

Minggu, 22 Desember 2019

Perhimpunan Dokter NU Gresik Di Nahkodai Dokter Spesialis Bedah


Pertempat di Hotel Pesona Gresik, puluhan pengurus perhimpunan dokter NU masa bakti 2019 - 2024 resmi di kukuhkan, acara pengukuhan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri langsung oleh pengurus pusat PDNU dan beberapa tokoh NU Gresik.

K.H.Mahfudz Ma'sum selaku pelindung PDNU Gresik dalam sambutannya berpesan, sebagai seorang muslim dalam hal ini yang berprofesi sebagai dokter harus berjiwa sosial dan menolong yang lemah. Setelah dikukuhkan, PDNU Gresik harus mengedepankan pelayanan kesehatan tanpa pilih kasih. Jangan lupa, bahwa profesi dokter adalah profesi yang mulia, jadi jangan segan - segan mendoakan kesembuhan pasiennya, tegas kakak K.H.Robbach Ma'sum

Di Jawa Timur baru ada 3 Kabupaten / Kota kepengurusan PDNU, dan Gresik ini merupakan kepengurusan PDNU yang ketiga. Sebelumnya PDNU yang di Jawa Timur yang telah berdiri adalah kepengurusan PDNU Kediri dan Malang Raya.

Untuk periode 2019 - 2024 PDNU Gresik di ketua oleh dr. Anwar Yusuf, Sp.B dan Ketua 1 PDNU Gresik dr. Akhmad Farid, Sp.KFR. Dalam sambutannya dr. Farid yang mewakili dr. Anwar menyampaikan bahwa PDNU Gresik ini akan fokus kepada pendidikan dan layanan kesehatan yang tidak membeda - bedakan, dan tetap bernafaskan Nahdlatul Ulama. Profesi dokter adalah profesi yang memungkinkan menembus rahasia privasi seseorang ( pasien ). Maka dari itu, profesi ini rawan kalau dipegang oleh mereka yang tidak amanah, tidak memegang nilai - nilai luhur, dan tidak memegang toleransi. Melalui PDNU ini kami berusaha untuk mengajarkan beragama secara moderat dan toleran ke semua orang termasuk pasien, tandasnya.

Sabtu, 21 Desember 2019

Penguatan Lembaga dan SDM Menjadi Prioritas Utama Perempuan Tani HKTI Gresik


Berlangsung di Caffe And Resto Evolutea GKB Gresik, rapat dewan pimpinan perempuan tani HKTI Gresik berlangsung guyub dan penuh keakraban tanpa mengurangi maksud dan tujuan dari acara tersebut. Ketua perempuan tani HKTI Gresik periode 2019 - 2024 dr. Nila Hapsari Singgih memaparkan secara gamblang rencana kerja untuk 1 tahun ke depan ( tahun 2020 ), ada beberapa point yang ditekankan oleh istri dari dokter ahli narkotika ini, yaitu :
1. Penguatan lembaga perempuan tani HKTI Gresik, dengan cara memperluas jaringan kerjasama baik dengan instansi pemerintah, swasta, yayasan, media, maupun lembaga kemasyarakatan yang lainnya
2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama anggota DPK Perempuan Tani HKTI Gresik. Dalam triwulan pertama DPK PT HKTI Gresik InsyaAllah akan melakukan pelatihan tekhnopreneur hydproponic dan budidaya ikan gabus, dimana selesai dari pelatihan anggota DPK PT HKTI Gresik bisa menerapkan ilmunya dan produknya bisa kita pasarkan ke masyarakat luas, ujar dr. Nila
3. Menciptakan pasar baru untuk market pertanian yang dihasilkan oleh para anggota DPK PT HKTI Gresik maupun anggota binaan dari DPK PT HKTI Gresik, hal itu sangat bisa kita kerjakan. Karena kita sudah memiliki master plant untuk pembuatan website maupun aplikasi yang bisa menjual produk produk pertanian hasil dari DPK PT HKTI Gresik
4. Secara kontinue dan konsisten menjalankan sociopreneur, hal ini sudah menjadi kewajiban kita melaksanakan sociopreneur, minimal 1 bulan sekali kita menjalankan program sambang desa, yang mana isi dari kegiatan lambang desa ini adalah : penyuluhan dan pelatihan pertanian, penyuluhan kesehatan dan bahaya penyalahgunaan narkoba, pengobatan gratis, pijat alternatif gratis, pemberian bibit gratis dan InsyaAllah juga beras murah.


Kita berusaha maksimal dan terus berikhtiar untuk tetap konsisten bergerak dibidang perempuan, pertanian dan kemajuan ekonomi. Dalam 1 tahun ini yaitu tahun 2020 kita ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa perempuan tani HKTI Gresik bisa memberikan peningkatan penghasilan kepada ibu ibu rumah tangga di rumah melalui program tekhnopreneur dan sociopreneur dibidang pertanian yang kami gagas. Sehingga kehadiran perempuan tani HKTI Gresik ini mendapat respon yang sangat luar biasa dari Perempuan perempuan di kota Wali, kehadiran kami bisa memberikan manfaat yang luas bagi kesejahteraan masyarakat Gresik. Dengan tekhnopreneur pertanian ini, ibu ibu rumah tangga sambil meramut anak anaknya dan menjadi istri di rumah juga bisa mendapatkan uang tambahan, karena itu tekhnopreneur dan digital marketing yang telah kita konsep harus sejalan bersama dan harus segera terealisasikan.


Kita tahu sedikitnya dalam sebulan ini minimal kebutuhan pokok hidup rumah tangga di kisaran biaya Rp 4,5 juta - Rp 5 juta, itu belum termasuk biaya kredit KPR / kost / kontrak rumah / kredit sepeda motor. Dan masih banyak sekali rumah tangga rumah tangga yang penghasilan suami dan istri kurang dari kebutuhan pokok rumah tangga setiap bulannya. Untuk membangun SDM yang kuat kita harus membangun pondasi rumah tangga yang kuat dan kokoh, dan 5 unsur utama yang harus dikuatkan dalam pondasi rumah tangga, yaitu :
1. Agama
2. Pendidikan
3. Ekonomi
4. Sosial
5. Budaya
Dan kita perempuan tani HKTI Gresik ingin menjadi bagian dari usaha mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang handal dan mampu bersaing dalam dunia global ini, sambung dokter ahli ASI ini.

Senin, 16 Desember 2019

Menjadi Petani Berawal Dari Secangkir Kopi


Di iringi hujan gerimis di Senin malam tanggal 16 Desember 2019, ketua perempuan tani HKTI Gresik terus blusukan untuk mencari potensi pertanian yang ada di Kabupaten Gresik. Kali ini diskusi untuk mengembangkan potensi pertanian bersama anak muda lulusan sarjana pertanian Universitas ternama di Malang, dia adalah Mas Ferry, owner Kumah Kopi sekaligus trainer untuk anak - anak muda yang ingin mengawali bisnis di dunia per kopian. Lajang 22 tahun ini dengan antusias menceritakan perjalanan bisnisnya, bisnis kedai kopi ini sebenarnya sudah dimulai oleh Mas Ferry sejak mahasiswa, banyak teman - teman kuliahnya dan dosennya terlibat langsung dalam bisnis kedai kopi, sehingga tidak heran saat berdiskusi dengan mas ferry layaknya sedang menonton film filosofi kopi.


Saat ditanya oleh dr. Nila tentang potensi apa yang bisa dikembangkan di Kabupaten Gresik terkait dengan maraknya warung kopi, mas ferry menjelaskan secara detail peluang bisnis warung kopi yang ada di Gresik. Sedikitnya kedai kopi di Gresik ini sekitar 10 ribu an, dan dalam setiap workshop maupun diskusi dengan teman - teman pemula yang ingin berbisnis kedai kopi, saya selalu menyampaikan akan pentingnya mengkonsumsi kopi organik atau kopi alami. Karena saya tahu betul perbedaan antara kopi instan dengan kopi organik, jelentrehnya.

Kopi organik atau kopi alami yang kita racik sendiri bukan hanya bagus untuk kesehatan, tetapi juga bisa menambah pendapatan para petani kopi. Kita bisa membayangkan, kalau kedai kopi di Gresik ini sekitar 10 ribuan dan sehari 1 kedai minimal membutuhkan 2 Kg kopi organik, maka di Gresik ini seharinya membutuhkan sekitar 20 ton kopi.jelasnya.

Tapi sayangnya, di Gresik belum bisa kita menanam kebun kopi. Kopi yang di datangkan di Gresik berasal dari daerah daerah di sekitaran Jawa Timur dan bahkan dari luar Jawa Timur, harapan kedepannya, kita di sini bisa memproduksi sendiri kopi organik ini meskipun bahan bakunya berasal dari luar Gresik, ujar mas ferry.

Melihat peluang usaha ini, perempuan tani HKTI Gresik berencana segera akan mengadakan rapat pimpinan dewan pimpinan kabupaten perempuan tani HKTI Gresik di bulan Desember. Tujuannya tidak lain adalah untuk membuat pemetaan potensi pertanian atau yang berhubungan pertanian yang bisa kita kembangkan untuk menuju kemajuan perekonomian bagi para petani. Saya sangat senang dan sangat bangga bisa bertemu dan berdiskusi dengan mas ferry, di usia yang sangat muda dia sudah bisa berkarya dan bahkan bisa membantu anak anak muda lainnya untuk mandiri dalam perekonomian. Potensi yang seperti ini yang harus kita dorong dan kita dampingi untuk bisa bersaing di pasar nasional bahkan internasional, harap dr. Nila Hapsari Singgih.

Minggu, 15 Desember 2019

Ketua Perempuan Tani HKTI Gresik Hadiri Diskusi Publik Tentang Regenerasi Petani


Bertempat di hotel Sapta Mawa Gresik Badan koordinasi HMI Jawa Timur ( BADKO - HMI Jawa Timur ) menyelenggarakan diskusi publik dengan tema regenerasi petani ( refleksi akhir tahun pertanian Indonesia ) pada hari Senin, 16 Desember 2019. Sebagai narasumber pada acara tersebut:
1. Hadi Sulistyo ( Kepala Dinas Pertanian Pemprov Jatim )
2. Pranaya Yudha M ( Anggota Komisi B DPRD Jatim )
3. Abdus Salim ( Sekjen ASPPEHORTI )


Dalam diskusi publik tersebut, ketua perempuan tani HKTI Gresik dr. Nila Hapsari Singgih menyampaikan beberapa pertanyaan terkait dengan isu terbaru yang berhubungan dengan pertanian, diantara pertanyaan yang disampaikan oleh ibu 2 orang anak ini adalah:
1. Strategi apa yang akan dilakukan oleh Dinas Pertanian Pemprov Jatim untuk menghadapi bonus demografi yang diperkirakan akan terjadi di Jawa Timur pada tahun 2024? Mengingat usia petani saat ini mayoritas diatas usia 40 tahun
2. Sesuai dengan program Nawa Bhakti Satya yang di sampaikan oleh ibu Gubernur Jatim, untuk milenial job centre di industri pertanian bisa diakses darimana saja?


Menjawab pertanyaan ketua PT HKTI Gresik tersebut, narasumber menyampaikan bahwa kerjasama dengan dinas terkait sangat diperlukan sebagai upaya dalam menghadapi bonus demografi, bonus demografi memiliki arti bahwa usia anak - anak muda yang produktif jumlahnya lebih banyak dari orang dewasa. Menghadapi hal tersebut Pemprov Jatim telah menyediakan milenial job centre di setiap Bakorwil se wilayah Jatim, selain itu Pemprov Jatim juga memiliki program UKM agro berbasis industri. Narasumber mencontohkan, saat ini saja jahe berpotensi import kurang lebih 1.000 ton per bulan, apabila setiap ibu rumah tangga bisa memanfaatkan halaman pekarangannya untuk menanam jahe dan juga dilakukan pendampingan dan bimbingan secara profesional, maka kita bisa menjawab permasalahan ini, sambungnya.

Sinergitas Perempuan Tani HKTI Gresik Bersama Komunitas S3LK


Seminggu setelah dikukuhkan sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten Perempuan Tani HKTI Gresik dr. Nila Hapsari Singgih sebagai nahkoda oraganisasi perempuan tani Gresik langsung turun ke lapangan sambang desa, tujuannya tidak lain untuk mengetahui secara detail potensi pertanian atau yang berhubungan dengan pertanian yang ada di desa tersebut. Karena dengan pemetaan potensi pertanian ini kita bisa mewujudkan tekhnopreneur dan sociopreneur di bidang pertanian di Kabupaten Gresik. Ujar dokter berusia 29 tahun ini.


Baksos minggu 15 Desember 2019 diselenggarakan di Desa Betoyo Kec. Manyar Kab. Gresik, tampak antusias warga sangat luar biasa, ratusan warga terlihat antri saat bakti sosial dimulai. Dengan menggandeng komunitas S3LK, perempuan tani HKTI Gresik berkomitmen minimal 1 bulan sekali mengadakan bakti sosial pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan dan bahaya narkoba, pijat alternatif gratis, bekam gratis dan penanaman bibit pohon mangga dan kelor sebanyak 30 bibit pohon.


Kepala Desa Betoyo Bapak Suhel sangat menyambut baik kegiatan tersebut, dan beliau sangat berharap kegiatan seperti ini bisa berkesinambungan dan kami sebagai warga Desa Betoyo siap mendukung terciptanya tekhnopreneur dan sociopreneur di bidang pertanian di Kabupaten Gresik ini. Kami harapkan komunikasi dengan Perempuan Tani HKTI Gresik terus berlanjut untuk kemajuan perekonomian masyarakat, meskipun potensi yang ada di desa betoyo ini adalah potensi dibidang tambak, tapi kami bisa bersinergi terutama dalam hal pemasarannya, ungkap Kades Betoyo.

Senin, 09 Desember 2019

Mengenal Lebih Dalam Technopreneur dan Sociopreneur Yang Di Gagas Oleh PT HKTI Gresik


Dalam sambutan perdana saat usai dilantik menjadi Ketua Perempuan Tani HKTI Gresik ( PT HKTI Gresik ) dr. Nila Hapsari Singgih mengatakan, bahwa fokus PT HKTI Gresik adalah Technopreneur dan Sociopreneur di bidang pertanian. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan tekchnopreneur dan sociopreneur yang dimaksud?

Technopreneur tidak lain adalah usaha yang memanfaatkan technologi yang sedang berkembang saat ini, di era tekhnologi informasi yang sangat pesat menuntut para pelaku usaha termasuk pelaku usaha dibidang pertanian untuk mengupgrade usahanya untuk bisa bersaing secara ketat dengan pelaku usaha lainnya. Indonesia membutuhkan banyak technopreneur untuk bisa menjadi negara maju. Di era globalisasi ini kita harus berubah dari pola resource based ke pola knowledge based, resources based ini polanya mengandalkan sumber daya alam untuk menghasilkan nilai tambah yang kecil, sementara kita tau sumber daya alam ini semakin hari semakin habis terkuras, karena itu pola kita harus dirubah menuju pola knowledge based economy, yaitu pola usaha untuk menciptakan atau merintis usaha baru yang menekankan pada suatu inovasi, salah satunya adalah technopreneur, papar dr. Nila Hapasari Singgih. Seorang technopreneur memiliki karakter produktif bukan konsumtif, seorang technopreneur cenderung ke arah job creator dari pada sekedar job sector. Rata - rata negara maju memiliki minimal 2% entrepreneur, tetapi data statistik di negara kita Indonesia hanya memiliki 0,18% entrepreneur saja atau hanya sekitar 400.000 orang saja, lanjut dr. Nila

Sementara sociopreneur yang dimaksud oleh dr. Nila yaitu, sebuah usaha yang modal dasarnya adalah nilai - nilai sosial yang melekat dalam kehidupan sehari hari, dimana sociopreneur ini keuntungannya untuk kesejahteraan masyarakat bersama, sociopreneur ini biasanya tumbuh dari sebuah komunitas, dimana tujuan utamanya untuk membantu antar anggota komunitas sekaligus memberikan edukasi, bimbingan, pendampingan dan membantu memasarkan hasil - hasil produk pertanian, tutup dr. Nila Hapsari Singgih

Minggu, 08 Desember 2019

PT HKTI Gresik Akan Bekerjasama dengan Aplikasi Online Untuk Membantu Memasarkan Hasil Pertanian Petani di Wilayah Gresik


Tidak butuh waktu lama bagi DPK Perempuan Tani HKTI Gresik untuk segera bekerja turun ke masyarakat membantu memasarkan hasil pertanian petani di Kabupaten Gresik, satu hari setelah dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Perempuan Tani HKTI Gresik dr. Nila Hapsari Gresik langsung mengembangkan sayapnya. Dia langsung menghubungi owner salah satu aplikasi online yang bergerak di bidang pertanian, aplikasi tersebut meliputi informasi untuk mendapatkan bibit unggul pertanian, konsultasi apabila terjadi serangan hama dan juga pemasaran hasil pertanian para petani. Sebenarnya aplikasi ini ada sudah cukup lumayan lama, tapi masyarakat masih banyak yang belum mengetahuinya. Karena itu kami ingin mencoba untuk bekerjasama dengan aplikasi tersebut dalam rangka untuk peningkatan kualitas pertanian petani Gresik dan pemasaran hasil pertanian, ungkapnya.

Selain komunikasi dengan aplikasi online pertanian, dr. Nila juga sudah menjalin komunikasi dengan komunitas bakti sosial untuk bekerjasama dalam pelaksanaan baksos kesehatan dan penghijauan. Di Gresik ini ada komunitas yang hobby nya memang kegiatan sosial, seperti baksos kesehatan. Nah PT HKTI Gresik akan bekerjasama dengan komunitas tersebut untuk bersama sama melaksanakan baksos kesehatan dan penghijauan, rencananya dalam minggu kedua bulan Desember 2019 komunitas baksos bekerjasama dengan PT HKTI Gresik akan melaksanakan bakti sosial kesehatan, penyuluhan kesehatan terkait stunting dan peningkatan gizi masyarakat, serta baksos penghijauan dengan pembagian bibit tanaman. Rencananya baksos bulan Desember 2019 ini akan diselenggarakan di Desa Betoyo Kec. Manyar, ucap dr. Nila Hapsari Singgih
Saat disinggung ketertarikannya dalam dunia pertanian, dr. Nila menjawab dengan senyuman dan berkata, "sebenarnya saya dan suami saya dibesarkan dari keluarga petani, mbah saya seorang lurah dan juga petani di Jombang. Sementara mbah nya suami saya juga pengusaha selep padi di Magetan, dan yang menjadi penerus mbah - mbah kita hanya om saya yang di Jombang dan om suami saya yang di Magetan. Jadi dunia pertanian tidak asing bagi saya, karena memang dari kecil kami berdua sangat akrab dengan petani".

Saat ini kita sangat butuh petani - petani muda, kalau tidak ada petani dari mana kita akan bisa makan beras, sayuran dan buah - buah an? Masak kita harus import? Sangat lucu negara dengan tanah yang subur pertaniannya harus mendatangkan dari luar negeri, karena itu salah satu tugas Perempuan Tani HKTI Gresik menggairahkan kembali dunia pertanian khususnya untuk kaum perempuan, supaya perempuan - perempuan Gresik ini bisa mandiri dan membantu ekonomi keluarga, terangnya.

Sabtu, 07 Desember 2019

Perempuan Tani HKTI Kab. Gresik dipimpin seorang dokter


Bertempat di hall Gress Mall Gresik sebanyak 22 perempuan dilantik menjadi pengurus dewan pimpinan kabupaten perempuan tani HKTI Gresik periode 2019 - 2024, organisasi sayap dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia ( HKTI ) pimpinan Jenderal ( Purn ). Dr. Moeldoko, SP resmi berdiri di Kab. Gresik dan Gresik merupakan Kabupaten pertama yang memiliki kepengurusan DPK se Jawa Timur, ujar Ketua dewan pimpinan propinsi perempuan tani HKTI Jatim Lia Istifhama, S.Sos, S.Hi, M.Ei

Yang menarik ketua perempuan tani HKTI Kab. Gresik bukanlah seorang sarjana pertanian maupun seseorang yang memiliki background yang terkait dengan pertanian, melainkan seorang dokter. Saat ditanya dalam acara talkshow terkait dirinya menjadi ketua perempuan tani HKTI Gresik, dr. Nila Hapsari Singgih menjawab dengan tegas bahwa dirinya tertarik menerima tawaran sebagai Ketua DPK PT HKTI Gresik karena angka stanting di Kab. Gresik cukup tinggi, karena itu saya berikhtiar dan bertekad untuk menggabungkan tekhnologi pertanian dengan menghasilkan produk produk unggulan sebagai solusi perbaikan gizi bagi generasi muda Gresik. Dibelakang saya, banyak sarjana sarjana pertanian milenial dan sarjana sarjana tekhnologi milenial yang tergabung dalam dewan pimpinan kabupaten perempuan tani HKTI Gresik yang siap terjun ke masyarakat secara langsung untuk membantu masyarakat dalam menghasilkan produk produk pertanian unggulan dan membantu membuka pasar seluas luasnya, tegas dr. Nila Singgih


Selesai acara pelantikan kegiatan di Gress Mall dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan narasumber : Kepala Dinas Pertanian Kab. Gresik Ir. Eko, pengusaha perempuan sukses owner Gress Mall Hj. Asrillia Bambang Haryo dan Ketua DPK PT HKTI Gresik dr. Nila Hapsari Singgih. Antusiasme audience sangat luar biasa, mulai dari pertanyaan yang bersifat formal sampai keluh kesah pelaku pertanian yang nilai jual hasil pertaniannya sangat jauh dari harga pasar. Menjawab fenomena tersebut 3 narasumber sepakat baik Dinas Pertanian, Perempuan tani HKTI Gresik dan Gress Mall siap untuk mengawal, membimbing dan menciptakan pasar baru untuk petani petani di Gresik. Dan dengan penuh semangat owner Gress Mall Hj. Asrillia langsung menyatakan untuk pameran UMKM Pertanian yang bersifat sosial dan untuk kemajuan pertanian di Gresik, maka hall Gress Mall gratis untuk digunakan pameran kerjasama dinas pertanian dan Perempuan tani HKTI Gresik.
Hadir dalam acara tersebut :
1. Ketua Dewan Pimpinan Nasional Perempuan Tani HKTI Ibu Dian Novita
2. Ibu Hariani ( Kakak kandung ibu negara Iriana Joko Widodo )
3. Ketua Dewan Pimpinan Propinsi Perempuan Tani HKTI Jawa Timur
4. Kepala Dinas Pertanian Kab. Gresik
5. Dan pihak sponsor

Sebagai acara penutup penampilan fashion show dengan tema sekar ayu by Riris Ghofir, desainer asli Sidayu Gresik yang sudah go international.

Tokoh Masyarakat Driyorejo FGD Bersama Ir. H. Ahmad Nadir


Bertempat di salah satu rumah makan di Kecamatan Driyorejo, Ir. H. Ahmad Nadir melakukan forum grup diskusi ( FGD ) pada Sabtu, 7 Desember 2020 jam 20.00 WIB. Tujuannya tidak lain untuk sosialisasi kesiapan Nadir maju dalam Pilkada Gresik 2020, di kesempatan itu juga Nadir banyak melakukan diskusi dengan perwakilan warga Driyorejo. Banyak hal yang dikeluhkan oleh masyarakat Driyorejo, diantaranya adalah susahnya masyarakat Driyorejo untuk mengurus hal - hal terkait administrasi, sehingga mau tidak mau masyarakat Driyorejo harus ke pusat pemerintahan Gresik yang berjarak kurang lebih 25 Km. Hal tersebut dirasakan berat, karena mereka harus ijin tidak bekerja hanya gara - gara mengurus administrasi yang sebenarnya bisa dikerjakan tanpa harus jauh - jauh ke pusat pemerintahan Gresik.

Menanggapi fenomena tersebut, Nadir berjanji akan mempermudah urusan birokrasi terkait administrasi dengan cara menambah tenaga SDM di kecamatan - kecamatan dan membangun sistem jaringan online. Sebenarnya cara tersebut sangat bisa kita kerjakan dengan mudah di era digital ini, tinggal membuat sistem secara teknis dan diperkuat dengan regulasi yang ada, terang Nadir. Nadir sangat optimis bisa mengerjakannya ini apabila dia dipercaya oleh masyarakat Gresik dan ditakdirkan menjadi Bupati Gresik 2021, tegas Nadir dengan penuh optimis.

Jumat, 06 Desember 2019

Popularitas, Elektabilitas, Akseptabilitas, dan Isi Tas Faktor Utama Kemenangan Dalam Pilkada

Oleh : dr. Singgih Widi Pratomo, SH, MH


Untuk menang dalam perebutan kepala daerah tentunya banyak faktor, namun ada 4 faktor utama yang sangat mempengaruhi kemenangan dalam Pilkada langsung yang akan dihelat secara serentak pada 23 September 2020, 4 faktor itu meliputi : popularitas, elektabilitas, akseptabilitas, dan isi tas. Tidak bisa kita pungkuri, faktor yang terakhir yaitu isi tas sangat diperlukan dalam Pilkada langsung. Hal itu bukan berarti semata - mata tentang money politik, tetapi mengumpulkan orang untuk sosialisasi, memanasi mesin politik, publikasi, kompetisi rekomendasi parpol dll memerlukan dana. Hal tersebut wajar dalam kompetisi pemilihan secara langsung, yang terpenting ada regulasi yang jelas dan bisa di tegakkan secara utuh oleh lembaga yang berwenang.

Apalagi hasil survei yang kami lakukan, hampir 45% masyarakat cenderung bersikap pragmatis, artinya mereka akan memilih calon kepala daerah apabila bisa menguntungkan secara finansial bagi si pemilih. Dari hitung - hitungan kasar yang kami lakukan seorang calon bisa running dalam Pilkada secara langsung dengan modal sekitar Rp 100 Milyar, dengan jumlah DPT sekitar 1 juta orang. Sangat berat seorang kandidat untuk bisa memenangi Pilkada langsung kalau modal amunisinya pas pasan, dan 4 faktor ini sangat terkait. Itulah fenomena yang saat ini kami dapatkan di masyarakat dari hasil survei yang tim kami lakukan, tegas Singgih.

Kamis, 05 Desember 2019

Pentingnya Survei Untuk Kemenangan Dalam Pilkada

Oleh : dr. Singgih Widi Pratomo, SH, MH


23 September 2020 Indonesia mempunyai hajatan besar, yaitu Pilkada serentak untuk memilih Gubernur - Wakil Gubernur, Bupati - Wakil Bupati, dan Walikota - Wakil Walikota. Memasuki bulan terakhir tahun 2019 dan akan memasuki tahun 2020 para politisi yang akan maju dalam Pilkada serentak 2020 sudah mulai ancang - ancang dan memanasi mesin politiknya, salah satu yang harus menjadi perhatian khusus para balon ( bakal calon ) yaitu survei. Ada 4 hal yang kami sarankan kepada para bakal calon yang harus di survei, yaitu:
1. Survei pemetaan kekuatan politik
2. Survei pemetaan keinginan masyarakat
3. Survei pemetaan mesin politik yang efektif digunakan
4. Survei media yang efektif untuk kampanye

Hasil yang kita dapatkan dari melakukan 4 survei diatas, yaitu:
1. Perkiraan seberapa besar dana yang diperlukan
2. Mengemas pencitraan yang sesuai dan ideal untuk kandidat
3. Mendapatkan informasi untuk bisa mengidentifikasi isu - isu strategis yang sedang berkembang di masyarakat sebagai bahan untuk kampanye
4. Bisa mengetahui besarnya peluang menang sang kandidat

Idealnya survei dilakukan minimal 3 kali, dengan frekuensi waktu:
1. Survei pertama
Dilakukan minimal 1 tahun sebelum pelaksanaan pilkada, harapannya kandidat bisa mengetahui peta politik secara cepat. Ini penting dilakukan untuk bisa mengukur modal dasar yang dimiliki kandidat dan mengukur harapan massa pemilih, dan survei pertama ini digunakan sebagai dasar untuk memasarkan kandidat.
2. Survei kedua
Dilakukan 3 - 4 bulan setelah tim pemenangan bergerak memasarkan kandidat, tujuannya untuk mengetahui seberapa efektif strategi kampanye yang telah dilakukan.
3. Survei ketiga
Dilakukan pada saat kampanye pilkada berlangsung, tujuannya untuk mengetahui seberapa efektif strategi dan upaya pemenangan yang telah dijalankan oleh tim. Sehingga bisa mengukur perkiraan suara yang akan diperoleh kandidat.

Dan yang terpenting dari itu semua adalah:
1. Survei dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab
2. Tim Pemenangan yang dibentuk benar - benar profesional dan proporsional
Kemenangan kandidat sangat dipengaruhi oleh tim yang dibentuknya, modal popularitas saja bukan sebuah jaminan atas kemenangan kandidat dalam Pilkada.

Rabu, 04 Desember 2019

Ir. H. Ahmad Nadir Terus Memanaskan Mesin Politiknya


Kerja keras dan kerja keras itulah yang ditanamkan oleh Ir. H. Ahmad Nadir kepada tim relawannya, puluhan anak muda yang berkumpul disalah satu caffe di daerah Giri tampak dengan seksama dan serius mendengarkan arahan dari Ahmad Nadir. Mereka sengaja dikumpulkan oleh Pak Nadir untuk evaluasi atas kegiatan politik yang sudah kita kerjakan selama ini, ucap salah satu tim relawan Kancane Cak Nadir.

Bukan hanya golongan milineal yang disentuh oleh Pak Nadir, di bulan Desember ini kita juga mulai masuk ke kalangan dewasa, lebih tepatnya orang - orang lama yang dulu bersama - sama Pak Nadir berorganisasi, sambung Husen.


Hari ini saja, Pak Nadir telah silaturahmi ke tokoh - tokoh senior di 3 titik, diantaranya Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme. Silaturahmi ini tidak lain untuk menghidupkan kembali kran - kran politik Pak Nadir yang beberapa tahun sempat vakum, saya sangat yakin Pak Nadir InsyaAllah akan memenangi Pilkada Gresik 2020, orang - orang politik di Gresik sangat tahu siapa Pak Nadir dan bagaimana sepak terjang beliau di bidang politik,tegas Husen.

Disamping mematangkan mesin politiknya, Ir. H. Ahmad Nadir juga intensif berkomunikasi dengan beberapa tokoh yang akan digandeng sebagai pasangan dalam Pilkada Gresik 23 September 2020 nanti. Komunikasi terus kita lakukan, nanti yang cocok yang mana itulah yang akan kita gandeng dan kita daftarkan bersama - sama ke KPU, sambung Nadir.

Senin, 02 Desember 2019

DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur Terus Mematangkan Konsep


Bertempat di Gedung Srijaya Jl. Mayjen Sungkono Surabaya DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur terus mematangkan konsep untuk pembentukan DPK Perempuan Tani HKTI di 38 Kabupaten / Kota. Agenda sore ini pematangan konsep deklarasi dan pelantikan DPK Perempuan Tani HKTI Gresik, ujar Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur Lia Istihfamah, M.Ei

InsyaAllah Sabtu tanggal 7 Desember 2019 deklarasi dan pelantikan DPK PT HKTI Gresik akan diselenggarakan di hall Gress mall Gresik, selain deklarasi dan pelantikan juga akan dilanjutkan dengan talkshow dan juga fashion show. Kami bertekad ingin membuktikan kepada masyarakat Jawa Timur bahwa Perempuan Tani HKTI bisa memberikan konstribusi besar untuk kemajuan perempuan dan ekonomi bangsa, sambung Lia.

Untuk DPK PT HKTI Gresik akan dipimpin oleh dr. Nila Hapsari Singgih, kami mempercayakan kepada dr. Nila karena kami sudah tau betul visi misi yang akan dikerjakan oleh dr. Nila di Kabupaten Gresik, tegasnya.

Minggu, 01 Desember 2019

Gresik Emas Terus Mengajak Anak Muda


Geliat tim Gresik Emas mensosialisasikan Ir. H. Ahmad Nadir dikalangan pemilih pemula terus digelorakan, minggu 1 Desember 2020 giliran tim Gresik Emas Kecamatan Panceng yang turun gunung mencari dukungan KTP untuk Nadir maju independen di Pilkada Gresik 2020. Respon dari kalangan anak muda cukup antusias, sedikitnya ada sekitar 30 anak - anak muda pemilih pemula yang turut berpartisipasi dalam penggalangan dukungan KTP untuk Bakal Calon Bupati Gresik 2020.


Kami baru tau kalau tahun depan ada pemilihan Bupati Gresik dan juga baru tau ada calon bupati yang pakai dukungan KTP, ujar Siti Fathonah dengan polos. Banyak teman - teman saya yang belum tau masalah Pilkada 2020 dan siapa saja calon - calonnya, dan saya merasa senang diajak bergabung oleh Gresik Emas, sekalian bisa belajar organisasi dan memperbanyak teman, sambungnya.


Koordinasi milineal Gresik Emas divisi pemilih pemula bertekad untuk terus bergerilya mencari dukungan para pemilih pemula, target kami Februari 2020 semuanya sudah rampung syarat minimal dukungan KTP untuk jalur independen, ujarnya.