This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

Jumat, 29 November 2019

Tim Milineal Gresik Emas Terus Bergerak


Aroma Pilkada Gresik 2020 semakin hari semakin terasa, tim milineal gresik emas yang merupakan kelompok relawan milineal Ir. H. Ahmad Nadir terus melakukan sosialisasi kepada kalangan anak muda. Seperti yang dilakukan sabtu pagi 30 November 2019 di salah satu lapangan futsal di kota pudak ini, sekelompok anak muda melakukan aksi deklarasi spontan mendukung pencalonan Ir. H. Ahmad Nadir sebagai Calon Bupati Gresik 2020. Tim milineal gresik emas memang mentargetkan kalangan milineal sebagai ajang untuk sosialisasi Pak Nadir, mereka menyasar kalangan milineal karena masih banyak kalangan milineal di Gresik ini yang masih cuek tentang pentingnya berpolitik, mereka jarang mau terjun ke dunia politik, padahal politik ini sangat penting untuk membentuk milineal yang berkualitas di Kabupaten Gresik. Ujar salah satu koordinator milineal gresik emas divisi olahraga.


Bukan hanya sekelompok milineal pecinta olahraga saja yang di sasar oleh tim milineal gresik emas, di hari yang sama mereka juga melakukan sosialisasi Ir. H. Ahmad Nadir di Gresik bagian utara. Mereka mengajak kalangan remaja masjid untuk bergabung menjadi relawan Gresik Emas yang tidak lain merupakan jargon untuk Ir. H. Ahmad Nadir, dalam sosialisasinya koordinator Gresik Emas divisi Remas menyampaikan visi misi dan komitmen H. Ahmad Nadir terhadap kesejahteraan guru ngaji TPQ dan guru madrasah apabila terpilih dan di ditakdirkan oleh Allah menjadi Bupati Gresik.

Politik Tangga Kemuliyaan


Banyak yang tidak sependapat sepertinya dengan pernyataan tersebut, karena memang gambaran politik yang selama ini  disuguhkan kepada publik, sama sekali tidak memberi gambaran yang positif, malah sebaliknya,  bahwa politik itu jahat, politik itu licik, politik itu curang, politik itu hanya semata-mata untuk meraih kekuasaan dan uang dengan cara apapun, hingga ada stigma kuat di masyarakat, bahwa politik itu mengasingkan manusia dari sifat kemanusiaannya, merendahkan derajat manusia dengan sekedar ukuran materi, malah hak konstitusionalnyapun tercerabut karena politik transaksional, dimana menjual suara berarti menjual kedaulatan sekaligus menjual negara. Padahal  yang semustinya politik itu menjungjung tinggi moralitas dan etika kehidupan, bahkan dalam politik itu sendiri terkandung dimensi yang begitu sakral karena dapat menjadi wahana untuk menyampaikan berita langit, cahaya kebenaran untuk bekal di alam keabadian, seperti keimanan kepada Tuhan yang maha esa serta mewujudkan kehidupan yan adil dan beradab.  Namun untuk membalikan arah jarum tentu tidaklah mudah, dari phenomena politik yang merendahkan manusia kembali kearah yang memulyakan manusia. Untuk itulah kiranya kita ini harus kembali memberi landasan moral yang kuat, atau sekurang-kurangnya bisa membangun suatu cara pandang bahwa negara kita ini menempatkan rakyatnya pada derajat kemulyaan yang tinggi, yakni pemegang kedaulatan negara. Kehadiran negara seperti yang telah diatur dalam konstitusinya itu, tiada lain, karena memang untuk mewujudkan tujuan hidup manusia --setiap kita-kita ini sebagai warganya-- ingin agar selalu berada dalam kemulyaan. Karena politik merupakan atmosfir kehidupan kita dalam bernegara, maka politik hrs nenjadi tangga kemulyaan bagi warganya, bagi masyarakat bangsa kita. (azs 29112019)

Kamis, 28 November 2019

Ir. H. Ahmad Nadir Silaturahmi Bersama Warga Desa Klangonan


Silaturahmi dan diskusi pagi bersama warga dan tokoh masyarakat Desa Klangonan Kecamatan Kebomas berlangsung hangat dan penuh keakraban, bertempat di sebuah warung kopi sederhana, canda dan tawa sesekali muncul ditengah - tengah diskusi serius untuk membangun Kabupaten Gresik. Itulah yang dilakukan oleh bakal calon bupati Gresik 2020 Ir. H. Ahmad Nadir di hari Jum'at pagi 29 November 2019.

Nadir terus melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat atas keseriusannya maju Pilkada Gresik 2020, sehari minimal 4 - 5 titik pertemuan dilakukan oleh Nadir. Dan tempat yang paling sering di gunakan untuk sosialisasi adalah warung kopi, di warkop kita bisa bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam latar belakang, disitulah saya bisa berdiskusi secara luas dan terbuka, ucapnya.


Sebenarnya nyangkruk di Warkop sudah lama dilakukan oleh Nadir, bukan hanya urusan politik saja yang dibicarakan di Warkop, bahkan urusan pekerjaan besar pun dengan nominal gede juga saya selesaikan di warung kopi, sambung Nadir.

Gresik yang dikenal dengan Kota 1001 Warkop harusnya bisa menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk bisa mengenalkan Gresik ke kanca Internasional, hanya butuh pengolahan manajemen yang benar saja untuk bisa membawa Gresik menjadi Kabupaten yang jauh lebih maju dan dikenal di dunia Internasional. Konsep - konsep inilah yang saya tawarkan kepada masyarakat Gresik untuk menuju era ke emasan Kabupaten Gresik, tegasnya.

Nadir Berkomitmen Untuk Mendorong Para Pelaku Ekonomi Kreatif di Kab. Gresik


Forum Grup Diskusi ( FGD ) terus gencar dilakukan oleh Ir. H. Ahmad Nadir ( Bakal Calon Bupati Gresik ), kali ini FGD bersama para pelaku ekonomi kreatif di Kab. Gresik. Hadir sekitar 25 pemuda - pemuda milineal yang saat ini fokus bergerak dalam bidang ekonomi kreatif, dengan latar belakang bidang iklan, pembuatan aplikasi, konseptor game online, konseptor film kartun, dll. Diskusi tampak sangat serius dan berisi, dimulai jam 21.30 WIB dan berakhir jam 00.15 WIB dini hari. Banyak pertanyaan - pertanyaan yang menarik dilontarkan mereka kepada Nadir, terutama tentang konsep mengembangkan dan memajukan ekonomi kreatif di Kabupaten Gresik apabila terpilih menjadi Bupati Gresik.

Nadir mengatakan, untuk bisa maju dan berkembang para pelaku ekonomi kreatif ini yang sangat erat berhubungan dengan teknologi harus bersatu bersama - bersama dan berkomunikasi secara intens. Kalau mereka bersatu dan bersama - sama akan banyak muncul ide - ide yang menarik, dan ide itu yang akan menjadi karya mereka. Karya ini yang bisa mereka aplikasikan dan bisa mereka jual, ucap H. Ahmad Nadir. Karena itu saya mengajak kepada adik - adik milineal yang bergerak dalam bidang ekonomi kreatif, untuk membentuk COWORKING yang akan menjadi wadah bersama untuk bisa berkomunikasi dan berdiskusi. Dan saya siap memfasilitasi terbentuknya Coworking ini, sambungnya.

Ayo Rek Rame - Rame Reboisasi

Lia Istifamah Masykur, M.Ei Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur terus menggelorakan kepada masyarakat untuk senantiasa melakukan reboisasi ( penanaman kembali ) di lingkungan sekitarnya, karena dengan kita melakukan reboisasi dilingkungan sekitar, seperti pekarangan rumah dan sekitarnya berarti kita telah menyumbang kandungan oksigen untuk lingkungan kita, ujarnya. O2 sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup, dengan banyaknya industri - industri dan pembangunan rumah kaca di wilayah Jawa Timur terutama di Kabupaten / Kota yang memang padat industri, tentunya harus di imbangi dengan reboisasi yang dilakukan secara masif di setiap rumah - rumah warga.

Sebagai Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur, Ning Lia bertekad untuk membentuk kepengurusan Perempuan Tani HKTI di 38 Kabupaten / Kota se - Jawa Timur. Awal Desember tepatnya hari Sabtu, 7 Desember 2019 Kabupaten pertama yang akan melaksanakan pelantikan dan deklarasi Pengurus Daerah Pimpinan Kabupaten ( DPK ) yaitu Kabupaten Gresik dengan Ketua DPK Perempuan Tani HKTI Kab. Gresik dr. Nila Hapsari Singgih. Disamping pelantikan dan deklarasi, perempuan tani HKTI Kab. Gresik juga akan menyelenggarakan Talk Show dengan tema Perempuan, Pertanian dan Kemajuan Ekonomi dengan narasumber yang kompeten di bidangnya, setelah talkshow acara juga dilanjutkan dengan penampilan fashion show oleh desainer asal Gresik yang telah berlaga sampai ke manca negara.

Intinya kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan disekitar kita, karena bumi Indonesia ini merupakan titipan yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita ke depan, tegas Ning Lia.

Rabu, 27 November 2019

Ir. H. Ahmad Nadir Terus Blusukan dari RW ke RW




Ir. H. Ahmad Nadir terus menggaet kalangan milineal, setidaknya mulai bulan Juli sampai menjelang akhir bulan November 2019 ini telah terdata sebanyak 1.424 relawan yang dikenal dengan julukan Kancane Cak Nadir yang berasal dari 712 RW yang tersebar di 18 Kecamatan. Target sampai akhir bulan Februari 2020 di setiap RW di 356 Desa ada relawan Kancane Cak Nadir. 70% relawan yang sudah terdata memang dari kalangan milineal, hal ini dilakukan oleh Ir. H. Ahmad Nadir karena beliau sadar betul masih banyak kalangan milineal yang belum kenal dirinya, hampir 12 tahun Nadir vakum dari panggung politik. Disinggung calon pasangan apakah juga dari kalangan milineal? Nadir menjawab " Yang jelas saya menginginkan pasangan saya yang bisa menambah suara bagi saya, baik itu dari kalangan milineal maupun kalangan senior. Memang sudah banyak masukan dari teman - teman siapa yang cocok untuk menjadi pasangan saya maju dalam Pilkada Gresik 2020, ada beberapa nama dari kalangan milineal. Tetapi yang terpenting memiliki visi misi yang sama, konsisten untuk benar - benar mengabdi kepada masyarakat dan memajukan Kabupaten Gresik".

Langkah politik blusukan yang dilakukan oleh Ir. H. Ahmad Nadir dalam bentuk forum grup diskusi ( FGD ), dengan FGD kita bisa mengetahui betul permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, dan banyak juga masukan yang diperoleh dari FGD ini, ujarnya. Nadir sadar betul, bahwa permasalahan di setiap desa berbeda - beda, karena itu kita harus turun langsung kepada masyarakat untuk bisa membuat menejemen solusi dan apabila data permasalahan itu didapat dengan baik dan akurat, maka tidak butuh waktu lama untuk mengeksekusi apabila ditakdirkan menjadi Bupati Gresik.

Ditanya apakah Nadir akan maju lewat jalur parpol atau independen, beliau menjawab dengan tegas " ikhtiar terus dilakukan secara istiqomah, sekecil apapun peluang yang ada ". Komunikasi dengan beberapa petinggi parpol baik di tingkat Kabupaten, Wilayah sampai Pusat telah terjalin dengan intens dan lancar. Pengumpulan KTP juga terus berjalan sampai syarat minimal independen tercukupi. Saat ini KTP yang telah terkumpul dari para relawan baru mencapai 35.628 KTP atau sekitar 50% lebih dari syarat minimal independen, saya optimis Februari 2020 syarat minimal independen terpenuhi, adapun endingnya nanti apakah maju lewat jalur parpol atau independen itu hanya masalah kendaraan saja, yang jelas teman - teman relawan saat ini terus bergerak mencari dukungan KTP dan juga melakukan sosialisasi, ujarnya.

Disinggung masalah rekomendasi dari PKB, Nadir hanya tersenyum. Nadir adalah mantan Ketua DPC PKB Gresik dan juga mantan Ketua DPRD Gresik. Saat memimpin PKB Gresik di tahun 2001 usia Ahmad Nadir baru 33 tahun, dan termasuk Ketua Parpol termudah di Gresik, tetapi mampu mendapatkan suara dominan di DPRD Gresik ( 23 kursi ) dari 45 kursi DPRD Gresik dan keluar sebagai parpol pemenang. Ditanya apakah Nadir juga mengejar rekom dari PKB yang bisa memberangkatkan pasangan sendiri? Nadir menjawab " yang jelas sampai saat ini saya ber KTA PKB ".