Sabtu, 26 Oktober 2019

Kenapa Saya Saya Rindu Ir. H. Ahmad Nadir?

Ir. H. Ahmad Nadir sudah tidak asing lagi di mata para petani, beliau adalah sosok pejuang sekaligus bapak bagi para petani di Kabupaten Gresik. Masih teringat jelas bagaimana usaha beliau untuk melepaskan para petani dari jerat rentenir yang saat itu menguasai para petani di desa desa, usia beliau saat itu masih dikisaran 30 tahunan, pengalaman beliau bertahun tahun sebagai petani sukses di Solo dan ke ilmuannya sebagai insinyur pertanian beliau terapkan untuk membantu para petani di Kabupaten Gresik yang merupakan tanah kelahiran beliau. Saya mengenal Pak Nadir bukan sebagai politisi, tetapi sebagai petani profesional yang banyak membantu para petani, mulai dari kemudahan mendapatkan modal usaha dengan bunga rendah, mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, kemudahan mendapatkan pupuk dengan harga murah, bahkan sampai membantu pemasaran hasil tani dari kelompok tani yang saya pimpin. 15 tahun sudah kenangan itu saya rasakan dan benar benar masih teringat, InsyaAllah para petani seperti saya sangat merindukan pemimpin seperti Pak Nadir, saat beliau menjabat Ketua DPRD Gresik pun beliau tidak segan segan turun ke kelompok kelompok tani hanya ingin mendengarkan apa yang dikeluhkan oleh para petani dan hanya butuh waktu kurang 1 minggu solusipun kita dapatkan. Silahkan anda tanya ke masyarakat petani, siapa yang tidak kenal dengan Pak Nadir, siapa yang tidak pernah merasakan manfaat dari Pak Nadir. Karena itu saat beliau ada masalah yang menjeratnya. Kami para kelompok tani berontak dan sampai saat ini kami tidak ikhlas atas kejadian yang pernah terjadi pada Pak Nadir, karena kami meyakini, Pak Nadir adalah pahlawan para petani, beliau tidak pernah mengkhianati para petani, justru beliaulah yang memperjuangkan akan nasib para petani seperti kami ini. Sukses selalu untuk Pak Nadir, kami merindukan Bupati Gresik seperti bapak. Sudah waktunya bapak tampil memimpin kami untuk membuktikan kepada seluruh masyarakat Gresik siapa bapak yang sebenarnya, salam hormat dari kami para petani di daerah yang sering menjadi korban banjir kali lamong, "Rosyidi"

0 comments:

Posting Komentar