This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

Kamis, 21 Desember 2017

MAKNA SEBUAH PERINGATAN HARI IBU

MAKNA SEBUAH  PERINGATAN  HARI  IBU

Hari Ibu - Pojok Plong
Tanggal 22 Desember selalu identik dengan peringatan hari ibu, hampir semua lapisan masyarakat di Indonesia ramai – ramai merayakannya. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Kongres ini diselenggarakan di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran, yang kini merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta. Kongres ini dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Di Indonesia, organisasi wanita telah ada sejak 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia pada abad ke-19 seperti KartiniMartha Christina TiahahuCut Nyak MeutiaMaria Walanda MaramisDewi SartikaNyai Ahmad DahlanRasuna Said, dan sebagainya. Kongres dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kini, arti Hari Ibu telah banyak berubah, dimana hari tersebut kini diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu.

Banyak masyarakat bertanya, perlukah peringatan hari ibu diselenggarakan secara nasional? Kenapa ada hari ibu dan tidak ada hari bapak? Hari ibu maupun hari bapak sebenarnya ada disetiap detik dalam kehidupan kita semua, karena tanpa adanya seorang ibu dan seorang bapak tidak mungkin kita terlahir kedunia, di didik dan dibesarkan dengan penuh belaian kasih sayang, sampai kita besar dan sukses seperti saat ini. Melihat itu semua mari kita lihat sedikit saja peran dari seorang ibu sebagai berikut:
Ibu sebagai wakil kepala keluarga dan sekaligus sebagai manager keluarga
Sebagai wakil dan juga merangkap manager rumah tangga tentunya ibu memiliki peran yang sangat penting dan memiliki waktu yang lebih banyak bersama anak - anaknya, seorang ibu harus mampu mengintegrasikan berbagai macam karakter, berbagai macam keadaan/kondisi anggota keluarganya ke dalam satu tujuan rumah tangga. Ibu juga mengatur semua kebutuhan anak-anaknya hingga tumbuh dewasa dan menjadi orang yang berkwalitas.
Ibu sebagai guru abadi untuk anak - anaknya
Pendidikan yang pertama dan paling utama adalah pendidikan didalam rumah tangga, sebagai seorang guru atau pendidik. Seorang ibu mampu mendidik putra-putrinya, mengajarkan sesuatu yang baru, melatih, membimbing mengarahkan serta memberikan penilaian baik berupa reward maupun punishment yang mendidik.
Ibu sebagai tauladan dalam rumah tangga
Sebelum lahir ke kehidupan dunia, seorang anak terlebih dahulu merasakan kehidupan didalam rahim seorang ibu, dan ibu pun mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anaknya. Disaat semua berbahagia atas kelahiran seorang anak, ibu masih menahan rasa sakit dari kelahirannya. Karena itu kita tidak merasa heran apabila anak – anak lebih terasa dekat kepada ibunya dari pada ke ayahnya. Karena kedekatan itulah seorang ibu juga harus menjadi seorang tauladan atau role model bagi anak-anaknya. Bagaimanapun, anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
Ibu sebagai psikolog bagi keluarganya
Ibu biasanya lebih paham tentang tumbuh kembang anaknya, lebih paham juga tentang pola asuhnya hingga dewasa. Karena itu selain mendidik, ibu juga bisa menjadi psikolog pribadi untuk anak-anaknya. Setiap anak memiliki bakat dan potensi yang berbeda – beda, orang tua wajib hukumnya tahu sehingga orang tua perlu mengetahui hal- hal apa saja yang harus disiapkan untuk anak. Bagaimana caranya menghadapai anak yang nakal, bandel, dan lain – lainnya. Inilah pentingnya peran seorang bapak dan ibu untuk kecerdasan anaknya.
Ibu sebagai chef untuk keluarga
Rumahku adalah surgaku, sebuah ungkapan kalimat yang seringkali kita ungkapkan dan sering kita dengar. Ibu yang pandai dalam membuat masakan yang enak dank has akan selalu membuat suami dan anak – anak akan merasa kangen dan rindu pada rumah. Sebagai seorang chef tentunya seorang ibu harus pandai memutar otak untuk berkreasi menghasilkan menu-menu yang dapat diterima semua anggota keluarga, baik menu sarapan, makan siang, maupun makan malam. Makan bersama keluarga dirumah membuat suasana rumah menjadi nyaman dan tentram, dengan makan bersama akan menimbulkan komunikasi yang baik antar anggota keluarga, dan tidak sedikit permasalahan – permasalahan terselesaikan di meja makan.
Ibu sebagai dokter dan perawat bagi anggota keluarganya
Sebagai seorang  dokter dan perawat bagi anggota keluarganya,  ibu bisa begitu telatennya merawat anak-anaknya, dari mulai mengganti popok ketika bayi, memandikan, menyuapi makan, sampai segala sesuatu yang dibutuhkan oleh putra-putrinya sekecil apapun beliau perhatikan, dan tidak bosan-bosannya mencurahkan kasih sayang dan perhatiannya yang begitu tulus. Ibu yang baik akan selalu menjadi orang pertama yang mengetahui gejala sakit yang terjadi pada anaknya, dan selalu menjadi orang yang paling khawatir terhadap kesehatan anaknya. Ibu sebagai seorang dokter bagaimana seorang ibu harus mampu mengupayakan kesembuhan dan menjaga putra-putrinya dari berbagai hal yang mengancam kesehatan. Berbagai cara dilakukan untuk menjaga anggota keluarganya tetap dalam keadaan sehat
Ibu sebagai menteri keuangan rumah tangga
Seringkali setiap hari untuk kebutuhan rumah dan dapur ibulah yang mengelolahnya, ibu adalah mentri keuangan dalam keluarga. Ia yang mengelola keuangan dalam keluarga dengan sebaik-baiknya, bagaimana mengatur pengeluaran belanja bulanan. Terkadang  ibu juga terlibat bagaimana ikut membantu perokonomian keluarga dengan cara ikut bekerja. Walau bekerja tetap tidak melupakan kodratnya sebagai seorang ibu.
Ibu sebagai seorang arsitek dan desainer dalam rumah tangga
Keindahan dan kerapian sebuah rumah tidak bisa dilepaskan dari peran seorang ibu, ibu bisa menjadi sebagai seorang design interior. Ia bisa menata dan menciptakan berbagai furnitur yang ada di rumahnya untuk menciptakan suasana nyaman, baru, tidak membosankan anggota keluarganya.
Ibu sebagai penjaga perdamaian di rumah
Curahan hati seorang anak seringkali diungkapkan hanya kepada ibunya, hal itu karena kedekatan yang dimiliki seorang ibu kepada anak – anaknya. Menjadi seorang ibu bagaikan menjadi superwoman, ia harus bisa menyeimbangkan perannya, baik dalam keluarga, mau pun dalam pekerjaan. Ia adalah istri yang menyayangi suaminya sekaligus ibu bagi anaknya.
Ibu sebagai pembantu keamanan bagi anak - anaknya
Ayah sebagai penjaga keamanan yang utama dalam keluarga, namun peran tersebut seringkali diperankan juga oleh seorang ibu, terutama apabila seorang ayah sedang tidak berada dirumah untuk mencari nafkah, ibu juga ikut menjaga anak-anaknya.  Dengan kasih sayangnya, ia harus menjaga anaknya dari hal-hal buruk, menjaga anaknya dari hal-hal yang berbahaya dan tidak diingikannya. ia akan begitu khawatir jika anaknya telat pulang.
Ibu sebagai motivator
Sejak masa kelahiran seorang anak, proses pertumbuhan berbagai organ belum sepenuhnya lengkap maksimal. Perkembangan dari proses organ-organ ini sangat ditentukan oleh motivasi/rangsangan yang diterima anak dari ibunya. Rangsangan yang diberikan oleh ibu, akan memperkaya pengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan kognitif anak. Bila pada bulan-bulan pertama anak kurang mendapatkan stimulasi visual, perhatian terhadap lingkungan sekitar juga akan berkurang.

Dan masih banyak lagi peran seorang ibu dalam kehidupan ini, ibu merupakan hal yang sangat penting dalam membawa kesuksesan seorang anak. Ibu adalah JIMAT ( SIJI DIRUMAT ) artinya Satu yang dipelihara sebagai bekal dalam kehidupan dunia dan akhirat. Selamat hari ibu, jasamu tiada tara….

Lirik lagu: Muara Kasih Bunda
Bunda
Engkaulah muara kasih dan sayang
Apapun pasti kau lakukan
Demi anakmu yang tersayang

Bunda
Tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
Untuk diriku yang kau sayang

Saat diriku dekat dalam sentuhan
Peluk kasihmu dan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan
Doa mu kau sertakan

Reff:
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja ku membuat remah hatimu terluka
Kuingin kau tahu bunda
Betapa kumencintaimu lebih dari segalanya

*
Kumohon restu dalam langkahku
Bahagiaku seiring doamu

Bunda
Tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
Untuk diriku yang kau sayang

Saat diriku dekat dalam sentuhan
Peluk kasihmu dan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan
Doa mu kau sertakan

Reff:
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja ku membuat remah hatimu terluka
Kuingin kau tahu bunda
Betapa kumencintaimu lebih dari segalanya

*
Kumohon restu dalam langkahku
Bahagiaku seiring doamu

Bunda
Engkaulah muara kasih dan sayang
Apapun pasti kau lakukan
Demi anakmu yang tersayang



Selasa, 19 Desember 2017

Pelajar Dan Narkoba

Pelajar adalah anak sekolah (terutama pada sekolah dasar dan sekolah lanjutan); anak didik; murid; siswa, yang kisaran usianya antara 7-18 tahun. Pelajar merupakan aset yang penting bagi suatu negara, karena generasi pelajar adalah bibit-bibit yang harus tumbuh dan berkembang untuk menjadi generasi emas yang dapat memajukan agama, nusa dan bangsa. Tak hanya itu, seorang pelajar yang baik seharusnya mampu menempatkan diri dengan baik pula di kalangan masyarakat, seorang pelajar yang sekaligus sebagai peserta didik, secara tidak langsung pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki juga lebih baik dibandingkan yang lain. Hal ini menuntut agar pelajar berperilaku sopan dan baik agar dapat ditiru oleh masyarakat lain yang tidak berpendidikan atau berpendidikan rendah.

Terlebih lagi Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030 nanti, yang mana para pelajar dan anak – anak muda Indonesia sangat memiliki peran besar, dan ini menjadi tantangan apakah kita siap lepas landas menuju negara maju atau justru sebaliknya, tertimpa bencana demografi.Bonus demografi merupakan kondisi di mana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Membludaknya tenaga kerja produktif adalah peluang emas Indonesia untuk menggenjot roda ekonomi. Idealnya, pertumbuhan ekonomi terpacu, sektor riil terdongkrak, dan daya saing meningkat. Bonus demografi seyogianya membawa sebuah negara menuju arah lebih baik, khususnya membawa kesejahteraan untuk segenap warga negaranya.

Saat ini kita sedang dihadapkan dengan pekerjaan rumah yang besar, yaitu semakin maraknya generasi muda yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Data di Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya menyebutkan, pada tahun 2015 BNN Kota Surabaya melakukan rehabilitasi terhadap 208 pelajar ( 49,89 % ) dari 417 klien, tahun 2016 BNN Kota Surabaya melakukan rehabilitasi terhadap 84 pelajar ( 23, 08 % ) dari 364 klien, dan Sejak Januari 2017 – 12 Desember 2017 BNN Kota Surabaya telah melakukan rehabilitasi terhadap 118 pelajar ( 39,86 % ) dari 296 klien. Dan ini menjadi ancaman yang sangat serius, dikarenakan penyalahgunaan narkoba mengakibatkan kerusakan pada system saraf otak secara permanen. Dimana akhir dari penyalahgunanya mengakibatkan gangguan mental dan perilaku.


Sementara proses perkembangan otak di usia sekolah terus berlangsung dan sebenarnya merupakan bagian dari proses perkembangan hingga dewasa. Pada tahapan ini hubungan antarsaraf, atau dikenal sebagai ‘grey matter’ yaitu proses menyambungkan bagian-bagian otak terus berlangsung dan di perkuat.  Jaringan lemak yang menyelimuti sel saraf atau sering disebut sebagai ‘white matter’ bertambah banyak, sehingga terjadi percepatan penyampaian sinyal yang berarti otak bekerja sangat baik untuk mengontrol sistem tubuh, dan hubungan antara sel saraf menjadi stabil.Pada tahapan ini, bagian yang paling terakhir mencapai kematangan adalah Prefrontal cortex. Bagian otak ini berfungsi mengendalikan gerakan-gerakan, juga pengambilan keputusan. Tak heran jika banyak remaja terlihat sulit mengendalikan tubuh mereka. Sesungguhnya fase perkembangan usia ini berlangsung hingga seseorang mencapai usia 22 tahun. Pada usia tersebut, otak akan mencapai performa terbaik, dalam fungsi dan respons. Apabila di usia – usia tersebut otak yang masih berkembang dan membutuhkan banyak nutrisi dirusak oleh narkoba, maka bisa kita bayangkan akan kehancuran generasi – generasi muda kita. Apabila masalah ini tidak segera kita selesaikan secara bersama – sama, maka pada tahun 2030 bukan puncak bonus demografi yang kita dapatkan, melainkan musibah besar yang akan kita hadapi.

Secara garis besar ada 2 faktor pemicu seorang pelajar terjerumus kedalam penyalahgunaan narkoba, yaitu: Faktor Demand ( Permintaan ) dan Supply ( Ketersediaan barang ).Faktor demand ini terjadi mana kala seorang pelajar salah dalam memilih pergaulan, kurangnya perhatian dari kedua orang tua maupun keluarga, masalah keluarga yang tengah dihadapi, untuk mendapatkan pengakuan dari kelompoknya, kurangnya wawasan atau pengetahuan tentang bahaya narkoba, dan masih banyak faktor lingkungan sosial lainnya yang mempengaruhi meningkatnya faktor demand ini. Sementara untuk faktor supply disebabkan karena banyaknya para mafia narkoba yang sengaja menyerang Indonesia, sehingga jenis dan varian narkoba pun beraneka ragam. Dan ini merupakan suatu proxy war, yaitu: perang dengan menggunakan kekuatan pihak ketiga, yang tidak lain adalah narkoba itu sendiri. Kejahatan narkoba ini merupakan suatu kejahatan dengan system pelemahan sumber daya manusia. Dan itu yang harus kita sadari dan harus kita perangi secara bersama – sama.

Karena itu kami mengajak kepada seluruh orang tua dan seluruh komponen masyarakat yang ada, untuk bisa lebih peduli lagi terhadap anak – anak kita. Karenaanak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Dalam konstitusi Indonesia, anak memiliki peran strategis yang secara tegas dinyatakan bahwa negara menjamin hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta atas pelindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Oleh karena itu, kepentingan terbaik bagi anak patut dihayati sebagai kepentingan terbaik bagi kelangsungan hidup umat manusia. Konsekuensi dari ketentuan Pasal 28B Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 perlu ditindaklanjuti dengan membuat kebijakan pemerintah yang bertujuan melindungi anak. Anak perlu mendapat pelindungan dari dampak negatif perkembangan pembangunan yang cepat, arus globalisasi di bidang komunikasi dan informasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perubahan gaya dan cara hidup sebagian orang tua yang telah membawa perubahan sosial yang mendasar dalam kehidupan masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap nilai dan perilaku anak.