This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.

Jumat, 27 Desember 2019

Ketua Perempuan Tani HKTI Gresik Siap Bersinergi Dengan Program Pemerintah Mandatori B30


Indonesia menjadi negara pertama yang melaunching program mandatori B30, program ini telah di launching oleh Presiden Joko Widodo pada hari Senin 23 Desember 2019. Mandatori B30 merupakan bahan bakar campuran 30% biodesel dan 70% BBM jenis solar, dengan hadirnya bahan bakar nabati ( BBN ) biodesel sebagai campuran BBM jelas ini merupakan terobosan baru, kita tidak mungkin selamanya akan bergantung kepada fosil untuk bahan bakar minyak. Memang saat ini yang paling terkenal untuk jalan bakar nabati adalah sawit. Tapi saya yakin, tidak menutup kemungkinan akan ditemukan bahan bakar nabati dari tumbuhan - tumbuhan lainnya, beberapa referensi sudah saya baca, salah satu tumbuhan yang berpotensi untuk bahan baku biodesel antara lain tanaman jarak, jarak pagar, kemiri sunan, kemiri cina, nyamplung, dan lain - lain. Bahkan beberapa tahun yang lalu saya sempat mendengar hasil olahan dari pabrik gula di daerah Mojokerto juga sudah bisa menghasilkan energi biodesel, ungkap istri dokter Singgih ini.

Karena itu dari awal saya sampaikan, bahwa komitmen perempuan tani HKTI Gresik ini tidak lain adalah tekhnopreneur dan sociopreneur. Kita untuk bisa menjadi negara yang hebat, harus mendukung terhadap perkembangan tekhnologi dan harus bekerja secara bersama dan bergotong royong. Termasuk didalamnya adalah pengembangan energi baru terbarukan ( EBT ), kalau ini bisa kita jalankan secara step by step InsyaAllah saya yakin bukan hanya B20 dan B30 saja yang sudah kita kerjakan, tapi bisa juga B40 dan bahkan B50. Dan ini sangat luar biasa, artinya negara kita sudah bisa mengurangi import BBM dan BBM kita tidak lagi tergantung kepada fosil, oleh sebab itu saya berharap tekhnologi pertanian dan pengembangan energi baru terbarukan bisa berjalan bersama dan seirama, sehingga bisa memperoleh hasil yang sangat memuaskan untuk masyarakat luas, sambung dr. Nila Hapsari Singgih.

Senin, 23 Desember 2019

Lia Istifhama Siap Melangkah Maju Pilwalkot Surabaya 2020


Hotel Quds Royal Ballroom Lt.5 Surabaya menjadi saksi bisu keseriusan Lia Istifhama, S.Sos, S.Hi, M.Hi maju dalam Pilwalkot Surabaya 2020. Sedikitnya 38 komunitas yang tersebar di seluruh Kota Surabaya telah mendeklarasikan dukungan terhadap Ning Lia, putri tokoh NU K.H.Masykur Hasyim semakin optimis rekomendasi parpol yang dilamar dalam Pilkada 2020 akan jatuh ke tangannya. Setiap hari sedikitnya 6 - 7 titik Ning Lia menyapa masyarakat Kota Surabaya, respon masyarakat Kota Surabaya sangat luar biasa dan hampir tidak ada yang tidak mendukung semuanya mendukung dan memberikan restu kepada Ning Lia untuk maju menjadi Walikota maupun Wakil Walikota Surabaya, ujar Adi salah satu pendukung setia Ning Lia.

38 komunitas yang telah memberikan dukungan kepada Ning Lia bukanlah komunitas bayangan, melainkan komunitas yang telah memiliki akar kepengurusan sampai ke tingkat Kelurahan. Rosyidi salah satu pengamat politik menyampaikan, bahwa Ning Lia merupakan calon yang sangat diperhitungkan dalam Pilwakot Surabaya 2020. Hanya butuh waktu 6 bulan sejak bulan Juni nama Ning Lia berseleweran di medsos dan sekarang angka elektabilitasnya sudah hampir sama dengan calon - calon yang lainnya. Melaju kencangnya elektabilitas Ning Lia ini disebabkan karena seringnya Ning Lia turun ke masyarakat langsung dan menawarkan rencana program bawa tirtanya, memang kalau saya lihat konsep Ning Lia sudah sangat matang dalam menghadapi Pilwalkot Surabaya 2020, karena sudah dari jauh - jauh hari Ning Lia sudah melaunching Bawa Tirta sebagai konsep program yang ditawarkan kepada masyarakat, ujar pria asli Pasuruan.

Minggu, 22 Desember 2019

Perhimpunan Dokter NU Gresik Di Nahkodai Dokter Spesialis Bedah


Pertempat di Hotel Pesona Gresik, puluhan pengurus perhimpunan dokter NU masa bakti 2019 - 2024 resmi di kukuhkan, acara pengukuhan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri langsung oleh pengurus pusat PDNU dan beberapa tokoh NU Gresik.

K.H.Mahfudz Ma'sum selaku pelindung PDNU Gresik dalam sambutannya berpesan, sebagai seorang muslim dalam hal ini yang berprofesi sebagai dokter harus berjiwa sosial dan menolong yang lemah. Setelah dikukuhkan, PDNU Gresik harus mengedepankan pelayanan kesehatan tanpa pilih kasih. Jangan lupa, bahwa profesi dokter adalah profesi yang mulia, jadi jangan segan - segan mendoakan kesembuhan pasiennya, tegas kakak K.H.Robbach Ma'sum

Di Jawa Timur baru ada 3 Kabupaten / Kota kepengurusan PDNU, dan Gresik ini merupakan kepengurusan PDNU yang ketiga. Sebelumnya PDNU yang di Jawa Timur yang telah berdiri adalah kepengurusan PDNU Kediri dan Malang Raya.

Untuk periode 2019 - 2024 PDNU Gresik di ketua oleh dr. Anwar Yusuf, Sp.B dan Ketua 1 PDNU Gresik dr. Akhmad Farid, Sp.KFR. Dalam sambutannya dr. Farid yang mewakili dr. Anwar menyampaikan bahwa PDNU Gresik ini akan fokus kepada pendidikan dan layanan kesehatan yang tidak membeda - bedakan, dan tetap bernafaskan Nahdlatul Ulama. Profesi dokter adalah profesi yang memungkinkan menembus rahasia privasi seseorang ( pasien ). Maka dari itu, profesi ini rawan kalau dipegang oleh mereka yang tidak amanah, tidak memegang nilai - nilai luhur, dan tidak memegang toleransi. Melalui PDNU ini kami berusaha untuk mengajarkan beragama secara moderat dan toleran ke semua orang termasuk pasien, tandasnya.

Sabtu, 21 Desember 2019

Penguatan Lembaga dan SDM Menjadi Prioritas Utama Perempuan Tani HKTI Gresik


Berlangsung di Caffe And Resto Evolutea GKB Gresik, rapat dewan pimpinan perempuan tani HKTI Gresik berlangsung guyub dan penuh keakraban tanpa mengurangi maksud dan tujuan dari acara tersebut. Ketua perempuan tani HKTI Gresik periode 2019 - 2024 dr. Nila Hapsari Singgih memaparkan secara gamblang rencana kerja untuk 1 tahun ke depan ( tahun 2020 ), ada beberapa point yang ditekankan oleh istri dari dokter ahli narkotika ini, yaitu :
1. Penguatan lembaga perempuan tani HKTI Gresik, dengan cara memperluas jaringan kerjasama baik dengan instansi pemerintah, swasta, yayasan, media, maupun lembaga kemasyarakatan yang lainnya
2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama anggota DPK Perempuan Tani HKTI Gresik. Dalam triwulan pertama DPK PT HKTI Gresik InsyaAllah akan melakukan pelatihan tekhnopreneur hydproponic dan budidaya ikan gabus, dimana selesai dari pelatihan anggota DPK PT HKTI Gresik bisa menerapkan ilmunya dan produknya bisa kita pasarkan ke masyarakat luas, ujar dr. Nila
3. Menciptakan pasar baru untuk market pertanian yang dihasilkan oleh para anggota DPK PT HKTI Gresik maupun anggota binaan dari DPK PT HKTI Gresik, hal itu sangat bisa kita kerjakan. Karena kita sudah memiliki master plant untuk pembuatan website maupun aplikasi yang bisa menjual produk produk pertanian hasil dari DPK PT HKTI Gresik
4. Secara kontinue dan konsisten menjalankan sociopreneur, hal ini sudah menjadi kewajiban kita melaksanakan sociopreneur, minimal 1 bulan sekali kita menjalankan program sambang desa, yang mana isi dari kegiatan lambang desa ini adalah : penyuluhan dan pelatihan pertanian, penyuluhan kesehatan dan bahaya penyalahgunaan narkoba, pengobatan gratis, pijat alternatif gratis, pemberian bibit gratis dan InsyaAllah juga beras murah.


Kita berusaha maksimal dan terus berikhtiar untuk tetap konsisten bergerak dibidang perempuan, pertanian dan kemajuan ekonomi. Dalam 1 tahun ini yaitu tahun 2020 kita ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa perempuan tani HKTI Gresik bisa memberikan peningkatan penghasilan kepada ibu ibu rumah tangga di rumah melalui program tekhnopreneur dan sociopreneur dibidang pertanian yang kami gagas. Sehingga kehadiran perempuan tani HKTI Gresik ini mendapat respon yang sangat luar biasa dari Perempuan perempuan di kota Wali, kehadiran kami bisa memberikan manfaat yang luas bagi kesejahteraan masyarakat Gresik. Dengan tekhnopreneur pertanian ini, ibu ibu rumah tangga sambil meramut anak anaknya dan menjadi istri di rumah juga bisa mendapatkan uang tambahan, karena itu tekhnopreneur dan digital marketing yang telah kita konsep harus sejalan bersama dan harus segera terealisasikan.


Kita tahu sedikitnya dalam sebulan ini minimal kebutuhan pokok hidup rumah tangga di kisaran biaya Rp 4,5 juta - Rp 5 juta, itu belum termasuk biaya kredit KPR / kost / kontrak rumah / kredit sepeda motor. Dan masih banyak sekali rumah tangga rumah tangga yang penghasilan suami dan istri kurang dari kebutuhan pokok rumah tangga setiap bulannya. Untuk membangun SDM yang kuat kita harus membangun pondasi rumah tangga yang kuat dan kokoh, dan 5 unsur utama yang harus dikuatkan dalam pondasi rumah tangga, yaitu :
1. Agama
2. Pendidikan
3. Ekonomi
4. Sosial
5. Budaya
Dan kita perempuan tani HKTI Gresik ingin menjadi bagian dari usaha mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang handal dan mampu bersaing dalam dunia global ini, sambung dokter ahli ASI ini.

Senin, 16 Desember 2019

Menjadi Petani Berawal Dari Secangkir Kopi


Di iringi hujan gerimis di Senin malam tanggal 16 Desember 2019, ketua perempuan tani HKTI Gresik terus blusukan untuk mencari potensi pertanian yang ada di Kabupaten Gresik. Kali ini diskusi untuk mengembangkan potensi pertanian bersama anak muda lulusan sarjana pertanian Universitas ternama di Malang, dia adalah Mas Ferry, owner Kumah Kopi sekaligus trainer untuk anak - anak muda yang ingin mengawali bisnis di dunia per kopian. Lajang 22 tahun ini dengan antusias menceritakan perjalanan bisnisnya, bisnis kedai kopi ini sebenarnya sudah dimulai oleh Mas Ferry sejak mahasiswa, banyak teman - teman kuliahnya dan dosennya terlibat langsung dalam bisnis kedai kopi, sehingga tidak heran saat berdiskusi dengan mas ferry layaknya sedang menonton film filosofi kopi.


Saat ditanya oleh dr. Nila tentang potensi apa yang bisa dikembangkan di Kabupaten Gresik terkait dengan maraknya warung kopi, mas ferry menjelaskan secara detail peluang bisnis warung kopi yang ada di Gresik. Sedikitnya kedai kopi di Gresik ini sekitar 10 ribu an, dan dalam setiap workshop maupun diskusi dengan teman - teman pemula yang ingin berbisnis kedai kopi, saya selalu menyampaikan akan pentingnya mengkonsumsi kopi organik atau kopi alami. Karena saya tahu betul perbedaan antara kopi instan dengan kopi organik, jelentrehnya.

Kopi organik atau kopi alami yang kita racik sendiri bukan hanya bagus untuk kesehatan, tetapi juga bisa menambah pendapatan para petani kopi. Kita bisa membayangkan, kalau kedai kopi di Gresik ini sekitar 10 ribuan dan sehari 1 kedai minimal membutuhkan 2 Kg kopi organik, maka di Gresik ini seharinya membutuhkan sekitar 20 ton kopi.jelasnya.

Tapi sayangnya, di Gresik belum bisa kita menanam kebun kopi. Kopi yang di datangkan di Gresik berasal dari daerah daerah di sekitaran Jawa Timur dan bahkan dari luar Jawa Timur, harapan kedepannya, kita di sini bisa memproduksi sendiri kopi organik ini meskipun bahan bakunya berasal dari luar Gresik, ujar mas ferry.

Melihat peluang usaha ini, perempuan tani HKTI Gresik berencana segera akan mengadakan rapat pimpinan dewan pimpinan kabupaten perempuan tani HKTI Gresik di bulan Desember. Tujuannya tidak lain adalah untuk membuat pemetaan potensi pertanian atau yang berhubungan pertanian yang bisa kita kembangkan untuk menuju kemajuan perekonomian bagi para petani. Saya sangat senang dan sangat bangga bisa bertemu dan berdiskusi dengan mas ferry, di usia yang sangat muda dia sudah bisa berkarya dan bahkan bisa membantu anak anak muda lainnya untuk mandiri dalam perekonomian. Potensi yang seperti ini yang harus kita dorong dan kita dampingi untuk bisa bersaing di pasar nasional bahkan internasional, harap dr. Nila Hapsari Singgih.

Minggu, 15 Desember 2019

Ketua Perempuan Tani HKTI Gresik Hadiri Diskusi Publik Tentang Regenerasi Petani


Bertempat di hotel Sapta Mawa Gresik Badan koordinasi HMI Jawa Timur ( BADKO - HMI Jawa Timur ) menyelenggarakan diskusi publik dengan tema regenerasi petani ( refleksi akhir tahun pertanian Indonesia ) pada hari Senin, 16 Desember 2019. Sebagai narasumber pada acara tersebut:
1. Hadi Sulistyo ( Kepala Dinas Pertanian Pemprov Jatim )
2. Pranaya Yudha M ( Anggota Komisi B DPRD Jatim )
3. Abdus Salim ( Sekjen ASPPEHORTI )


Dalam diskusi publik tersebut, ketua perempuan tani HKTI Gresik dr. Nila Hapsari Singgih menyampaikan beberapa pertanyaan terkait dengan isu terbaru yang berhubungan dengan pertanian, diantara pertanyaan yang disampaikan oleh ibu 2 orang anak ini adalah:
1. Strategi apa yang akan dilakukan oleh Dinas Pertanian Pemprov Jatim untuk menghadapi bonus demografi yang diperkirakan akan terjadi di Jawa Timur pada tahun 2024? Mengingat usia petani saat ini mayoritas diatas usia 40 tahun
2. Sesuai dengan program Nawa Bhakti Satya yang di sampaikan oleh ibu Gubernur Jatim, untuk milenial job centre di industri pertanian bisa diakses darimana saja?


Menjawab pertanyaan ketua PT HKTI Gresik tersebut, narasumber menyampaikan bahwa kerjasama dengan dinas terkait sangat diperlukan sebagai upaya dalam menghadapi bonus demografi, bonus demografi memiliki arti bahwa usia anak - anak muda yang produktif jumlahnya lebih banyak dari orang dewasa. Menghadapi hal tersebut Pemprov Jatim telah menyediakan milenial job centre di setiap Bakorwil se wilayah Jatim, selain itu Pemprov Jatim juga memiliki program UKM agro berbasis industri. Narasumber mencontohkan, saat ini saja jahe berpotensi import kurang lebih 1.000 ton per bulan, apabila setiap ibu rumah tangga bisa memanfaatkan halaman pekarangannya untuk menanam jahe dan juga dilakukan pendampingan dan bimbingan secara profesional, maka kita bisa menjawab permasalahan ini, sambungnya.

Sinergitas Perempuan Tani HKTI Gresik Bersama Komunitas S3LK


Seminggu setelah dikukuhkan sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten Perempuan Tani HKTI Gresik dr. Nila Hapsari Singgih sebagai nahkoda oraganisasi perempuan tani Gresik langsung turun ke lapangan sambang desa, tujuannya tidak lain untuk mengetahui secara detail potensi pertanian atau yang berhubungan dengan pertanian yang ada di desa tersebut. Karena dengan pemetaan potensi pertanian ini kita bisa mewujudkan tekhnopreneur dan sociopreneur di bidang pertanian di Kabupaten Gresik. Ujar dokter berusia 29 tahun ini.


Baksos minggu 15 Desember 2019 diselenggarakan di Desa Betoyo Kec. Manyar Kab. Gresik, tampak antusias warga sangat luar biasa, ratusan warga terlihat antri saat bakti sosial dimulai. Dengan menggandeng komunitas S3LK, perempuan tani HKTI Gresik berkomitmen minimal 1 bulan sekali mengadakan bakti sosial pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan dan bahaya narkoba, pijat alternatif gratis, bekam gratis dan penanaman bibit pohon mangga dan kelor sebanyak 30 bibit pohon.


Kepala Desa Betoyo Bapak Suhel sangat menyambut baik kegiatan tersebut, dan beliau sangat berharap kegiatan seperti ini bisa berkesinambungan dan kami sebagai warga Desa Betoyo siap mendukung terciptanya tekhnopreneur dan sociopreneur di bidang pertanian di Kabupaten Gresik ini. Kami harapkan komunikasi dengan Perempuan Tani HKTI Gresik terus berlanjut untuk kemajuan perekonomian masyarakat, meskipun potensi yang ada di desa betoyo ini adalah potensi dibidang tambak, tapi kami bisa bersinergi terutama dalam hal pemasarannya, ungkap Kades Betoyo.